Fungsi Cerita Fiksi: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, Struktur dan Unsur Update Dan Terbaru

Fungsi Cerita Fiksi: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, Struktur dan Unsur – Kalian mungkin sudah pernah membaca karya sastra seperti karangan, fiksi atau fantasi. Dengan membaca cerita fiksi bisa mengembangkan kemampuan imajinasi seseorang. Tapi apakan kalian tahu apa itu cerita fiksi ? Jika belum mari kita simak penjelasan di bawah ini.


Pengertian Cerita Fiksi

Pengertian Fiksi adalah prosa naratif yang sifanya imajinasi, meskipun imajinasi  suatu karya fiksi tetap masuk akal didalamnya terkandung kebenaran yang dapat mendramatisasi hubungan manusia.

Pengertian lain dari cerita fiksi yaitu suatu karya sastra yang didalamnya berisi cerita rekaan atau didasari angan-angan, fantasi dan bukan  kejadian nyata, hanya imajinasi pengarang. Imajinasi pengarang tersebut diolah dengan pengalaman, wawasan, tafsiran, penilaian kepada berbagai kejadian baik secara nyata atau rekaan.


Berikut pengertian dari para ahli yaitu:


Menurut Krismarsanti pengertian fiksi adalah karang yang berisi kisah atau cerita dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi seseorang.


Menurut Thani Ahma arti fiksi adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi seseorang dan tidak memperdulikan fakta sejarah.


Menurut Henry Guntur Tarigan, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi seseorang.


Menurut Semi, pengertian fiksi adalah jenis narasi literer dan berupa cerita rekauasa tanpa memperdulikan realitasnya.


Fungsi Fiksi

Berikut ini beberapa fungsi fiksi, yakni sebagai berikut:

  • Mengembakan kemampuan jiwa guna benda art inilai normatif dan nilai estetis, arti berdaya guna dihisap fiksi menurut kejadian keyataan rasional dijadikan titik dorong penceritaan.Arti normatif dan estetis diperoleh dalam fiksi  hasil akal budi dan pengaturan kedewasaan sastrawan dan visi penulis.
  • Media untuk penyebaran anggapan inovatif, kerentanan rasa, kestabilan visi, kecendekiaan dan kebijaksanaan penulis kepada pembaca atau pendengarnya.
  • Fiksi dasarnya membangkitkan pembaca mengidentifikasi, menjiwai, mengupas dan menyimpulkan makna-makna kemanusiaan.

Ciri-Ciri Fiksi

Berikut ini adalah ciri-ciri fiksi:

  •     Fiksi sifatnya khayal atau imajinasi dari seseoran
  •     fiksi terdapat kebenaran yang relatif dan tidak mutlak
  •     Fiksi menggunakan bahasa yang bersifat bukan sebenarnya
  •     Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang dasar
  •     Karya fiksi menuju emosi perasaan pembaca, bukan logika
  •    Karya fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu

Jenis-Jenis Fiksi

Setelah memahami pengertian fiksi dan ciri-cirinya maka kita dapat mengetahui apa saja jenis karya sastra yang termasuk dalam fiksi. Berikut ini beberapa jenis fiksi dalam karya sastra:


Novel adalah suatu karangan fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama dengan berpihak kebalikan di dalam ceritanya, mulai dari awal hingga akhir novel yang memiliki klimaks atau ending.

 Contoh Fiksi Novel Sama dengan Roman, karya sastra dalam bentuk Novel ada banyak sekali saat ini dan mudah kita temukan di toko buku.

Beberapa contoh novel diantaranya adalah:

  • Dilan 1990.
  • Siti Nurbaya.
  • Tenggelamnya Kapal Vander Wick.
  • Ketika Cinta Bertasbih.

Roman adalah karya fiksi yang menceritakan beberapa tokoh dalam alur ceritanya, roman mengandung banyak hikmah dalam cerita dan cenderung mengarah pada cerita klasik.

Contoh Fiksi Roman Banyak sekali karya sastra yang berbentuk roman, contohnya Roman petualangan, Roman Psikologis, Roman percintaan, dan lain-lain.

Beberapa contoh karya sastra berbentuk Roman, yaitu:

  •  Katak Hendak Jadi Lembu (Roman Psikologi).
  • Gadis Empat Zaman (Roman Percintaan).
  • Si Dul Anak Jakarta (Roman Anak dan Remaja).
  • Neraka Dunia (Roman Pendidikan).
  • Mencari Pencuri Anak Perawan (Roman Kriminal dan Detektif).

Adalah suatu fiksi yang lebih sedikit dari roman atau novel, namun cerpen memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menjadi pembelajaran awal para penulis dalam membuat sebuah karya tulisan.

Contoh cerita pendek (cerpen) sering kita temukan di media cetak Indonesia, misalnya koran dan majalah.

 Beberapa judul cerpen tersebut diantaranya:

  Cinta Tak Kunjung Tiba.

    Oh Mama Oh Papa.


Struktur Cerita Fiksi

Struktur dari cerita fiksi adalah sebagai berikut:


    Abstrak

Adalah bagian utama dari suatu teks cerita fiksi.


    Orientasi

Berisikan mengenai pengenalan tema, latar belakang dan tokoh-tokoh dalam novel. Diletakkan di bagian awal dan menjadi pembahasan dari teks cerita fiksi dalam novel.


    Kompilasi

Adalah puncak dari teks cerita fiksi karena bagian ini akan muncul berbagai permasalahan, seringkali kompilasi disuatu novel menjadi daya tarik tersendiri untuk pembacanya.


    Evaluasi

Adalah bagian yang didalamnya berisi penjelasan memecahkan maupun menyelesaikan masalah.


    Resolus

 Adalah bagian yang didalamnya berisi pemecahan masalah yang dijalani tokoh utama.


    Koda (reorientasi)

Bagian ini berisi amanat dan juga pesan moral positif yang dapat dipetik dari suatu naskah teks cerita fiksi.


Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Berikut unsur intrinsik yang membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dalam cerita fiksi.


    Tema

Yaitu sikap dasar yang menopang sebuah karya sastra terkandung di dalam teks.


    Tokoh

Yaitu pelaku dalam karya sastra, karya sastra dari segi peranan dibagi menjadi 2, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.


    Alur/Plot

Yaitu cerita berisi kejadian, setiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan peristiwa yang lain.


    Konflik

Yaitu kejadian tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang sanga diperlukan dalam mengembangkan plot.


    Klimaks

Yaitu sebuah konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan itu merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.


    Latar

Yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan.


    Amanat

Yaitu solusi yang diberikan pengarang terhadap persoalan dalam sebuah karya sastra.


    Sudut pandang

Adalah cara pandang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita, sehingga cerita tersebut tersampaikan dengan baik pada pembaca atau pendengarnya.


Penokohan

  • Yaitu cara menampilkan tokoh, kesatuan, logika, penafsiran dan gaya.
  • Sedangkan unsur ekstrinsik membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri.
  •  Berikut ini Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
  • Keyakinan.
  • Pandangan hidup yang seluruhnya akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
  • Psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial juga akan mempengaruhi karya sastra.
  • Pandangan hidup suatu bangsa.
  • Berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Kaidah kebahasaan cerita fiksi adalah sebagai berikut:


    Metafora

Adalah perumpamaan yang sering dipakai untuk membandingkan sesuatu atau menggambarkan dengan langsung terhadap sifat yang sama.


    Metonimia

Adalah gaya bahasa yang dipakai, kata tertentu dipakai sebagai pengganti kata yang sebenarnya, tetapi pemakaiannya hanya pada kata yang mempunyai hubungan yang sangat dekat


    Simile (Persamaan)

Adalah gaya bahasa yang dipakai sebagai pembanding yang sifatnya eksplisit dengan maksud menjelaskan sesuatu hal dengan hal lainnya. Contohnya adalah seumpama, selayaknya, laksana dan lain-lain.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Cerita Fisik: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, Struktur dan Unsur semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

57 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli: Unsur, Jenis, Struktur Update Dan Terbaru

57 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli: Unsur, Jenis, Struktur – Pengertian puisi secara umum adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah. Terdapat banyak macam-macam dan jenis-jenis puisi yang ada, namun secara umum arti dan definisi puisi hampir sama tiap jenisnya.

Definisi puisi secara umum adalah suatu bentuk karya sastra ungkapan ekspresi dan perasaan penyair dengan bahasa yang  menggunakan irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik yang berisi makna. Arti puisi sering dikemukakan oleh para ahli dan juga tertera dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).


Unsur-Unsur Puisi

54Pengertian Puisi Menurut Para Ahli : Unsur-Unsur dan Jenisnya!

Suatu puisi dibentuk oleh struktu batin dan struktur fisik yang ada di dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan. Adapun unsur-unsur dalam puisi adalah sebagai berikut:

  1. Struktur Batin

Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal sebagai bberikut:


Yaitu unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.


Yaitu sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial dan lain-lain.


Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Seorang penyair dapat menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte melalui nada, menggurui, memandang rendah dan sikap lainnya terhadap audiens.


Tujuan dan maksud serta amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada audiensnya.


  1. Struktur Fisik

Struktur fisik puisi disebut juga dengan suatu metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini:


  • Perwajahan Puisi (tipografi)

Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.


Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.


Imaji adalah susunan kata dalam puisi yang dspst mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair, yaitu pendengaran, penglihatan, dan perasaan sehingga dapat mempengaruhi audiens seolah-olah merasakan yang dialami sang penyair.


Konkret adalah bentuk kata yang dapat ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan, misalnya penggunaan kata salju untuk menjelaskan kebekuan jiwa.


Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas, yaitu metafora, ironi, repetisi, pleonasme.


Irama atau rima adalah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima yaitu:

  • Onomatope, merupakan tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya ‘ng’ yang mengandung efek magis.
  • Bentuk intern pola bunyi, merupakan aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.

Pengulangan kata, merupakan penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.


Jenis-Jenis Puisi

  1. Puisi Lama

Yaitu puisi yang masih terikat oleh berbagai aturan, seperti jumlah kata dalam baris puisi, jumlah baris dalam satu bait puisi, persajakan, jumlah suku kata dalam setiap baris, irama puisi.

Beberapa yang termasuk dalam puisi lama diantaranya adalah;

  • Mantra, merupakan ucapan-ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan magis.
  • Pantun, merupakan bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik dengan rima akhir ab-ab.
  • Karmina, merupakan pantun kilat dimana bentuknya lebih pendek dari pantun.
  • Seloka, merupakan pantun berkait yang berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah.
  • Syair, merupakan puisi yang terdiri dari empat baris dengan bunyi akhiran yang sama.
  • Talibun, merupakan pantun yang lebih dari empat baris dan memiliki irama abc-abc.

  1. Puisi Baru

Yaitu jenis puisi yang lebih bebas dibanding puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. Beberapa yang termasuk dalam puisi baru diantaranya adalah;

  • Balada, sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan, yang terkadang dinyanyikan atau disajikan dalam bentuk dialog.
  • Himne (gita puja), merupakan sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau Dewa.
  • Ode, merupakan puisi lirik berisikan sanjungan kepada orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius.
  • Epigram, merupakan puisi yang berisi tentang tuntunan/ ajaran hidup.
  • Romansa, merupakan jenis puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
  • Elegi, merupakan syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.
  • Satire, merupakan puisi yang menggunakan gaya bahasa yang berisi sindiran atau kritik dan disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.
  • Distikon, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 2 baris (puisi dua seuntai).
  • Terzina, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 3 baris (puisi tiga seuntai).
  • Kuatren, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 4 baris (puisi empat seuntai).
  • Kuint, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 5 baris (puisi lima seuntai).
  • Sekstet, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 6 baris (puisi enam seuntai).
  • Septima, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 7 baris (tujuh seuntai).
  • Oktaf/Stanza, merupakan puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 8 baris (puisi delapan seuntai).
  • Soneta, merupakan puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, dimana 2 bait pertama masing-masing 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing tiga baris.

  1. Puisi Kontemporer

Yaitu jenis puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Kontemporer selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mementingkan tentang irama, gaya bahasa dan hal hal lainnya yang biasanya terdapat pada puisi lama dan baru.

Beberapa yang termasuk dalam puisi kontemporer diantaranya adalah;

  • Puisi mantra merupakan puisi yang mengambil sifat-sifat dari mantra.
  • Puisi mbeling merupakan puisi yang sudah tidak mengikuti aturan dan ketentuan umum dalam puisi.
  • Puisi konkret, yaitu puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lain) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

Pengertian puisi menurut Balai Pustaka adalah gubahan bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran akan pengalaman membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.


Pengertian puisi menurut bahasa berasal dari kata dalam bahasa Yunani Kuno merupakan poieo atau pocima. Dalam bahasa Inggris kata tersebut dapat diartikan I create atau aku membuat. Maka secara singkat definisi puisi merupakan seni tertulis yang dibuat oleh manusia.


Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dapat juga diartikan sebagai sebuah sajak atau gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.


Menurut Aminuddin, arti puisi berasal dari kata bahasa Yunani merupakan pocima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan. Puisi diartikan sebagai proses membuat dan pembuatan karena lewat puisi, pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batin.


Puisi menurut beliau adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.


Pengertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.


Pengertian puisi menurut beliau merupakan bentuk sastra yang paling padat dan terkonsentrasi. Kepadatan komposisi tersebut ditandai dengan pemakaian sedikit kata, namun mengungkap lebih banyak hal.


Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.


Definisi puisi berdasarkan pendapat Herman Waluyo dapat diartikan sebagai karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah serta sebagai bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan batinnya.


Definisi puisi berdasarkan pendapat dari beliau diartikan sebagai kenikmatan dalam menonton teater dengan aksi panggung yang spektakuler.


Pengertian puisi berdasarkan pendapat beliau merupakan unsur-unsur berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan panca indera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan dan perasaan yang bercampur baur.


Thomas Carlye mengemukakan pendapat bahwa pengertian puisi secara umum adalah ungkapan pikiran yang disampaikan secara musikalisasi.


Arti puisi menurut beliau merupakan sebuah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.


Pengertian puisi sesuai dengan pendapat Herbert Spencer merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.


Menurut beliau puisi pada dasarnya merupakan sebuah bahasa kiasan, terkonsentrasi sehingga menjadi bentuk ekspresif dan menggugah.


Menurut pendapat dari beeliau adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat pemilihan kata.


Puisi dapat diartikan sebagai suatu ekpresi yang kongkret dan yang sifatnya artistik dari sebuah pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.


Pengertian puisi merupakan kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baikna, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya dan sebagainya.


Pengertian puisi merupakan suatu pernyataan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya.


Pengertian puisi berdasarkan pendapat dari beliau merupakan sebuah kenikmatan dalam kata dengan sarana kata kata.


Pengertian puisi menurut beliau adalah sebuah dunia dalam kata. Isi yang terkandung di dalam puisi merupakan cerminan pengalaman, pengetahuan dan perasaan penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi.


Pengertian puisi menurut pendapat William Wordsworth adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.


H.B. Jassin berpendapat bahwa arti puisi secara umum merupakan suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.


Carol berpendapat bahwa pengertian puisi menurutnya adalah pakaian perasaan atau karya sastra darimana kata-kata tampaknya dibuat khusus dari memori atau keinginan.


Pengertian puisi adalah suatu ragam sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, serta sesuatu dalam penyusunan larik dan bait.


Menurut Ralph Waldo Emerson, arti puisi adalah sebuah pengajaran sebanyak mungkin dengan kata-kata yang lebih sedikit.


Berdasarkan pendapat Steve Borne, arti kata puisi didefinisikan seperti seseorang yang sedang kerasukan, tetapi kata-kata indah dilontarkan.


Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif penyair yang masih abstrak dikonkretkan, untuk mengkonkretkan peristiwa-peristiwa yang telah ada di dalam pikiran dan perasaan penyair dan puisi merupakan sarananya.


Pengertian puisi menurut Tarigan adalah pengucapan dengan perasaasn, berbeda dengan prosa yang diungkapkan melalui pengucapan dengan pikiran.


Pengertian puisi berdasarkan Edwin Arlington Robinson adalah suatu bahasa yang akan disampaikan sesuatu yang tidak hendak dinyatakan, tidak diperkirakan sama dan ada puisi yang benar atau sebaliknya.


Pengertian puisi menurut Adam Stelle adalah susunan not musik yang berasal dari jiwa dan berirama hingga membuat orang yang mendengarnya akan terlelap.


Berdasarkan pendapat dari Djososuroto, pengertian puisi dapat diartikan sebagai hal yang berkaitan dengan mencari dan melukiskan yang diidamkan.


Pengertian puisi menurut beliau puisi sebagai salah satu karya sastra yang bersifat tradisional.


Arti puisi berdasarkan pendapat Usman Awang merupakan bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.


Sementara menurut Mulyana, puisi merupakan sintesis dari berbagai peristiwa yang tersaring semurni-murninya dan berbagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya, tersusun dengan sistem korespondensi dalam salah satu bentuk.


  1. Menurut Andrew Bradley

Menurut beliau puisi terdiri dari rangkaian pengalaman tentang bunyi, gambar, pemikiran dan emosi yang kita alami sewaktu kita membacanya dengan cara sepuitis mungkin.


Puisi menurut beliau diibaratkan seperti saat sedang memainkan sebuah alat dengan ekspresi yang luar biasa di atas panggung.


Puisi menurut beliau didefinisikan sebagai suatu usaha untuk membaca indah dari membayangkan suatu narasi proses pemikiran yang bersifat logis. Ia tidak menyiratkan sebuah puisi yang tidak masuk akal atau tidak memiliki narasi.


Menurut beliau puisi itu selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsepsi estetikanya.


Definisi puisi menurut beliau adalah intensitas di pusat kehidupan, dan tentang kerumitan berekspresi tanpa apresiasi dari mereka, orang yang dikutuk untuk emosi sederhana dan eskpresi mentah.


Puisi merupakan cara berkomunkasi yang luas dari pikiran dan perasaan dengan berkonsentrasi mereka menjadi minimal, atau bahkan titik tunggal yang menggambarkan keseluruhan.


Pengertian puisi adalah karya sastra yang terdiri dari unsur-unsur penting merupakan unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, sementara unsur sintaksi menunjuk ke arah struktur fisik puisi.


Pengertian puisi adalah karya sastra yang merupakan ekspresi konkret dan bersifat artistik yang berasal dari kehidupan manusia.


Menurut Waluyo, pengertian puisi merupakan sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan sebuah kata-kata kias atau imajinatif.


Menurut beliau definisi puisi secara umum adalah sebuah ekspresi yang bening dari perasaan yang berbaur.


Menurut beliau puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan, ia mampu membangkitkan imajinasi panca indera dalam suasana yang berirama.


Schmitt dan Viala menuliskan bahwa masyarakat Yunani memahami puisi sebagai seni menciptakan bahasa yang berbeda dari pemakaian bahasa sehari-hari.


Arti puisi merupakan genre sastra yang sangat memperhatikan pemilihan aspek kebahasaan, efek keindahan dari puisi diperoleh dari pemilihan bahasa terutama aspek diksi yang menyangkut unsur bunyi, bentuk dan makna puisi itu sendiri.


Menurut Umberto Eco, karya puisi bukanlah masalah perasaan, namun merupakan masalah bahasa. Puisi adalah bahasa yang menciptakan perasaan.


Pengertian puisi menurut beliau adalah karya seni kuno, lebih tua dari komputer, lebih tua dari mesin cetak, lebih tua dari menulis dan jauh lebih tua dari prosa.


Puisi menurut beliau adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif, dan yang paling efektif untuk mendendangkan sesuatu.


Menurut Dylan Thomas, puisi adalah apa yang membuat seseorang bisa tertawa atau menangis serta apa yang membuat seseorang ingin melakukan ini atau itu atau tidak sama sekali.


Putu Arya Tirtawirya mengungkapkan pendapat bahwa puisi merupakan suatu ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada suatu makna konotatif.


Menurut beliau puisi bertujuan untuk mengekspresikan suatu perasaan dan ide ide dengan cepat dan mengesankan, untuk berbagi perasaan dan ide dengan sahabat dan juga dengan mati dan dengan orang-orang untung datang setelah kami.


Menurut beliau pengertian puisi secara umum merupakan pembentuk, pembangun atau pembuat, karena memang pada dasarnya dengan menciptakan sebuah puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.


Pengertian puisi menurut Lawrence Ferlinghetti diandaikan sebagai suara musim panas di tengah hujan orang tertawa di balik jendela menutup jalan sempit.


Arti puisi merupakan seubah karya tulis seni penyatuan kesenangan dengan kebenaran melalui senuhan imajinasi yang bernalar.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 57 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli: Unsur, Jenis, Struktur semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel tentang:

Fungsi Tari: Jenis, Unsur dan Konsepnya Update Dan Terbaru

Fungsi Tari: Jenis, Unsur dan Konsepnya – Seni tari merupakan seni yang mengekspresikan nilai-nilai batin melalui gerak dan ekspresi tubuh yang indah. Tari secara umum memiliki aspek gerak, irama, keindahan dan ekspresi. Selain itu seni tari memiliki unsur ruang, tenaga dan waktu. Ruang terkait dengan posisi, level, dan jangkauan. Posisinya tergantung dari arah pandang dan arah pergerakan.

Arah pandang, mis. B. maju, mundur, miring ke kanan dan miring ke kiri, arah gerakan, mis. B. maju, mundur, putar atau zigzag. Ketinggian mengacu pada ketinggian posisi duduk dan ketinggian dengan posisi jinjit atau dengan melompati warna. Rentang mengacu pada gerakan panjang atau pendek, gerakan besar atau kecil.

Energi sangat dibutuhkan dalam seni tari karena dengan energi yang ditampilkan tari lebih kreatif. Kekuatan dalam tarian sangat erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, bukan kekuatan otot. Gerakan tari yang dikendalikan dan diatur dengan energi yang berbeda-beda tidak hanya akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi penontonnya, tetapi juga penarinya.


Fungsi Tari Berdasarkan Jenisnya

Ada berbagai jenis tarian yang bisa Anda ketahui seperti ballroom dancing, belly dancing, hip hop, pole dancing, salsa dan masih banyak lagi. Secara umum, tarian itu untuk hiburan.

Namun tampaknya seni tari memiliki fungsi yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut gambaran fungsi tari berdasarkan tipenya:


Fungsi dari tarian sebagai sarana hiburan, sesuai dengan namanya jenis tarian ini bertujuan untuk menghibur penontonnya, biasanya penonton yang dihibur adalah menari juga karena lagunya yang enak dan menyenangkan.

Salah satu contoh tari hiburan adalah tari Tayub dari Jawa Tengah, tari hiburan yang dibawakan setelah panen. Contoh selanjutnya adalah tari giring-giring dari Kalimantan, tari Serampang Duabelas dari Sumatera, dan tari maengket.


Fungsi tari kedua adalah untuk upacara. Anda mungkin pernah melihat upacara keagamaan atau adat yang menggunakan tarian berkali-kali.

Salah satu contoh tarian adalah tari pendet dari Bali yang digunakan dalam upacara keagamaan. Para penari membawa mangkok berisi bunga sebagai persembahan. Selain itu, ada tari gantar dari Kalimantan yang disajikan pada saat upacara penyembuhan adat untuk Dewi Sri.


Fungsi tari jenis ini diperlihatkan untuk orang-orang berkebutuhan khusus seperti penyandang disabilitas fisik. Distribusi langsung dan tidak langsung.


Fungsi tarian jenis ini bertujuan untuk mendidik anak menjadi dewasa dan melindungi mereka dari pergaulan yang melanggar norma. Tari juga merupakan pendidikan budaya yang dapat dipelajari melalui kursus atau sekolah.


Fungsi dari tarian jenis ini adalah tarian yang melibatkan banyak orang. Karenanya, kegiatan ini dapat bertindak sebagai agen asosiasi.


Saat anda menghadiri sendratari Ramayana di Yogyakarta, itu adalah acara tari untuk menarik wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Jenis tarian ini dipentaskan atau dibawakan dengan persiapan yang cermat dari sudut pandang artistik, koreografi, interpretasi, konseptualitas, dan subjek yang menarik. Pertunjukan tari juga berperan dalam pengembangan pariwisata daerah.


Fungsi terakhir tari adalah tari sebagai sarana katarsis yang artinya memurnikan jiwa. Seni tari merupakan alat katarsis yang dapat dengan mudah dilakukan oleh orang-orang yang memiliki apresiasi artistik yang mendalam seperti seniman.


Jenis-Jenis Seni Tari

Jenis-jenis tarian di nusantara dibedakan menjadi tarian yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

Di negara kita, Indonesia memiliki salah satu seni tari tradisional yang hampir tersebar di seluruh daerah. Pengertian tari tradisional adalah tarian yang berasal dari suatu daerah dan diwariskan secara turun-temurun untuk menjadi budaya daerah tersebut. Secara umum tarian tradisional ini mengandung nilai-nilai filosofis seperti agama, kepahlawanan, dll. Tarian tradisional di Indonesia terbagi menjadi dua bagian yaitu tarian rakyat dan tarian klasik (keraton).


Tarian rakyat atau daerah merupakan salah satu jenis tarian yang berkembang pada masyarakat biasa. Tarian rakyat lahir sebagai simbol kebahagiaan dan kegembiraan.

Misalnya, saat musim panen tiba dan panen melimpah, semua orang akan mengadakan acara dan menari bersama untuk merayakannya. Salah satu jenis tarian ini berkembang dan menjadi tradisi. Tarian rakyat tidak memiliki aturan baku, sehingga bentuk tariannya sangat bervariasi.


  • Tari Klasik (Tari Keraton)

Salah satunya lahir dari kalangan keraton atau bangsawan. Karena jenis tarian ini berkembang di lingkungan kelas atas, maka orang awam dilarang untuk menarikan tarian ini. Berbeda dengan tarian rakyat, tarian keraton ini memiliki aturan tertulis dan standar. Tidak ada yang berubah sejak lahirnya tarian ini hingga saat ini.


Tari Kreasi Baru merupakan salah satu jenis tarian yang berkembang dari tarian tradisional yang ada. Jenis tarian yang sudah ada dan biasanya digunakan untuk ritual, upacara adat dan keagamaan kemudian dimodifikasi oleh penata tari agar tarian ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Salah satu contohnya adalah Tari Rapai, perpaduan gerakan tarian yang berkembang di Aceh dan Semenanjung Malaya, yaitu Tari Seudati, Saman dan Zapin.


Tari kontemporer merupakan salah satu jenis tari modern yang berkembang di Indonesia. Tarian ini lahir sebagai respon terhadap tari klasik yang telah mencapai titik akhir dalam perkembangan teknisnya.

Tarian kontemporer ini termasuk dalam jenis tarian modern, jadi sudah tidak ada lagi unsur tradisi lama. Biasanya gaya tari kontemporer ini bernuansa unik dan menggunakan musik yang terkomputerisasi. Sedangkan tari kreasi baru merupakan tari tradisional yang sudah diedit namun tetap meninggalkan unsur asli tradisinya.

Jenis tari yang ada di Indonesia sangat banyak ragamnya, sehingga terserah anak muda untuk terus melestarikan seni tari agar selalu eksis di setiap jaman.


Unsur-unsur  Seni Tari

Gerakan – Merupakan unsur utama tarian yang memiliki nilai estetika, antara lain gerakan tubuh dari kaki hingga kepala dan gerakan yang disesuaikan dengan karakter tokoh yang dibawakan. Ada dua jenis gerakan dalam tarian, yaitu gerakan bermakna dan gerakan murni. Gerakan yang bermakna adalah gerakan yang memiliki makna, sedangkan gerakan murni adalah tentang nilai keindahan.

Tema – Sebuah tarian harus memiliki tema karena gerakan tarian, pengiring, pakaian, tata rias, dan elemen lainnya ditentukan berdasarkan tema tarian tersebut. Jadi tema merupakan salah satu unsur yang tidak lepas dari unsur tari.

Accompaniment – Merupakan elemen yang berasal dari gerakan tubuh seperti hentakan kaki, tepukan tangan, dan suara dari mulut. Pengiring juga bisa dilakukan dengan memainkan alat musik, misalnya dengan memainkan alat musik tradisional atau alat musik modern.

Desain Panggung – Salah satu cabang seni tari yang tidak dapat dipisahkan dari desain panggung adalah seni pertunjukan. Seni pertunjukan menghancurkan ruang atau tempat. Biasanya lantai tari tradisional berbentuk pendopo, panggung atau lapangan.

Menjahit dan Merias Wajah – adalah rasa tarian yang dimiliki seorang penari. Pakaian dan riasan adalah barang yang sangat penting untuk sebuah pertunjukan.


Konsep Seni Tari

Konsep tari merupakan poin penting yang mengakibatkan dalam seni tari tetap menunjukkan kesamaan antara berbagai variasi gerakan tubuh yang dibentuk. Konsep tari terdiri dari:


Gerakan dalam sebuah tarian membutuhkan ruang. Ruang gerak ini berarti seorang penari membutuhkan ruang yang sesuai dengan jenis gerak yang akan ditampilkan. Ruang gerak dapat berupa ruang gerak yang sempit dan ruang gerak yang luas. Jenis ruang gerak ini disesuaikan dengan jumlah penarinya, baik penari tunggal, berpasangan maupun berkelompok.


Dalam seni tari dibutuhkan energi untuk mencapai gerakan tari yang dinamis, ritmis dan harmonis. Tanpa kekuatan, gerakan sempurna tidak akan mungkin terjadi. Konsumsi energinya sendiri tergantung dari gerakan yang ingin ditampilkan, baik itu kuat, intensitas sedang atau lemah.


Dalam sebuah tarian, perkiraan waktu sangat tergantung dari bentuk gerakan yang akan ditampilkan. Perbedaan antara gerakan cepat dan lambat dalam tarian disebut tempo. Tempo ini berfungsi untuk memberikan kesan dinamis agar sebuah tarian menjadi nyaman bagi penontonnya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Tari: Jenis, Unsur dan Konsepnya semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Fungsi Denah: Cara Membaca, Unsur dan Jenisnya! Update Dan Terbaru

Fungsi Denah: Cara Membaca, Unsur dan Jenisnya! – Saat berwisata tentunya akan membutuhkan guide, apalagi kita yang belum pernah ke tempat ini pasti akan banyak kesulitan.

Pemandu yang baik dapat memberikan petunjuk yang baik untuk tempat yang kita tuju agar kita tidak tersesat nanti. Untuk menghindari kejadian buruk dan dengan cepat menemukan lokasi yang diinginkan, kita harus bisa membaca peta situs.


Fungsi Denah

Denah lantai dibuat seperti peta untuk memudahkan pengguna melacak lokasi. Jika peta tersebut memiliki wilayah yang lebih luas, maka peta tersebut hanya akan mencakup satu area saja. Fungsi denah sendiri terdiri dari beberapa fungsi seperti:


Dalam hal ini, denah lantai digunakan untuk menunjukkan lokasi setiap ruangan dalam sebuah bangunan. Dengan menggunakan denah lantai, Anda dapat dengan mudah mengetahui letak ruangan di dalam sebuah gedung.


Fungsi kedua dari denah adalah tata letak ruang. Mirip dengan fungsi pertama, fungsi tata ruang menunjukkan penataan ruang pada bangunan dalam denah lantai. Dengan mengamati denah lantai, pengguna denah lantai dapat dengan mudah mengetahui letak denah lantai dalam sebuah gedung.


Fungsi ketiga adalah sirkulasi ruang, yang berhubungan dengan aliran keluar masuk suatu ruangan. Pengertian denah lantai dengan fitur ini berupa gambar yang memudahkan pengguna untuk bergerak di sekitar suatu gedung atau gedung. Pengguna denah lantai dapat dengan mudah menemukan cara tercepat untuk mencapai kamar di gedung tertentu.


Fitur dimensi ruangan berarti denah lantai berguna untuk menunjukkan dimensi ukuran setiap ruangan dalam suatu bangunan atau ruangan. Fitur ini memudahkan pengguna denah untuk menentukan ukuran ruangan mana saja di dalam sebuah gedung.


Fungsi denah lantai selanjutnya adalah fungsi letak pintu dan bukaan. Fitur ini berguna untuk membantu planimetri dalam posisi pintu dan berbagai saluran masuk udara lainnya. Hal ini sangat berguna ketika berbagai bencana seperti kebakaran terjadi pada suatu gedung. Fitur ini memudahkan pengguna denah untuk menemukan pintu atau ventilasi untuk disimpan.


Fungsi denah terdiri dari isi ruangan sesuai dengan yang tersedia di setiap denah lantai. Dengan fitur ini, pengguna denah lantai dapat dengan mudah mengetahui apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut. Selain itu, pengguna denah juga dapat menentukan pemilik atau pengguna ruangan pada suatu gedung atau gedung.


Cara Membaca Denah

Berikut langkah-langkah atau membaca rencana tersebut, diantaranya:

  • Pertama, baca judul rencananya, biasanya di tengah atas.
  • Perhatikan deskripsi atau legenda yang menjelaskan simbol pada rencana yang sudah ada.
  • Baca juga hubungan antar bagian denah, baik berupa jalan maupun bentuk bangunannya.
  • Tambahkan semua yang ingin kami ketahui dari rencana.
  • Baca juga seluruh isi rencana untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Unsur-Unsur Denah

Perencanaan terdiri dari beberapa Unsurutama, yaitu sebagai berikut:

  • Rencanakan judulnya. Bahwa setiap denah lantai harus diawali atau dilampirkan pada sebuah judul untuk memudahkan pengguna.
  • Ada gambaran umum tentang lokasi. Mengenai definisi dan fungsinya, rencana harus menggambarkan detail umum tempat atau bangunan. Ini dilakukan agar pengguna atau pembaca dapat dimengerti.
  • Ada tanda di utara. Ini adalah komponen yang sangat penting dan harus ada di denah lantai.
  • Instruksi berupa nama. Sebuah denah tidak hanya berisi gambar, tetapi juga menggunakan nama untuk menunjukkan lokasi atau objek dalam sebuah bangunan. Hal ini untuk memudahkan pengguna dalam mengenali posisi di lokasi ini atau di ruangan ini.

Jenis-Jenis Denah

Rencana dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk informasi selengkapnya, silahkan baca pembahasan berikut ini:

Jenis rencana sederhana ini memiliki definisi rencana yang dipraktikkan dan tidak dipublikasikan secara resmi. Contoh dari jenis denah lantai ini adalah peta kelas dan tempat duduk untuk siswa.


Sedangkan tujuan dari jenis perencanaan desain kompleks ini adalah untuk membuat suatu bangunan atau situs dengan struktur yang kompleks. Salah satu contohnya adalah peta kawasan wisata Baturaden yang dibuat oleh Dinas Pariwisata Banyumas.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Denah: Cara Membaca, Unsur dan Jenisnya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Fungsi sekolah: Unsur serta Jenjang Pendidikan di Sekolah! Update Dan Terbaru

Fungsi sekolah: Unsur serta Jenjang Pendidikan di Sekolah! – Sekolah bukan hanya tempat Anda bisa mendapatkan nilai dan sertifikat. Sekolah merupakan lembaga yang memenuhi kebutuhan dasar setiap anak. Anak pada dasarnya memiliki kebutuhan pendidikan yang tanpa disadari memenuhi fungsi lain. Anda perlu mendengar cara kerja sekolah. Tetapi pertama-tama, mari kita lihat fungsi paling dasar dari sekolah.


Fungsi Sekolah

  • Memberikan Pengetahuan Umum

Orang yang tidak memiliki pengetahuan akan sangat sulit beradaptasi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, pendidikan sekolah mengajarkan siswa banyak hal tentang pengetahuan umum.


  • Memberikan Keterampilan Dasar

Keterampilan dasar yang dipelajari di sekolah meliputi kemampuan belajar, menulis dan berhitung. Ketiga keterampilan dasar ini dibutuhkan manusia untuk mencari pekerjaan dan membantu masyarakat.


Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Melalui sekolah, siswa dibentuk menjadi individu yang dapat berinteraksi dan bergaul satu sama lain tanpa terhalang oleh perbedaan.


  • Menyediakan Sumber Daya Manusia

Pendidikan yang diperoleh di sekolah memberi orang berbagai keterampilan. Pengetahuan tersebut akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat.


  • Alat Transformasi Kebudayaan

Selain menularkan ilmu dan keterampilan, bersekolah juga dapat membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat secara umum.

Pengetahuan dan keterampilan manusia dapat membantunya melakukan inovasi atau penemuan baru dalam perkembangan peradaban manusia.


Jenjang Pendidikan di Sekolah

Fase pendidikan di sekolah merupakan jenjang atau urutan pendidikan yang diterima siswa berdasarkan tingkat perkembangannya, tujuan yang ingin dicapai, serta keterampilan yang dikembangkan.

Konsisten dengan definisi sekolah di atas. Di bawah ini adalah beberapa jenjang pendidikan di sekolah, diantaranya sebagai berikut:


  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

PAUD merupakan pendidikan dan bimbingan bagi anak-anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan ini diberikan kepada anak usia dini untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak ke jenjang pendidikan selanjutnya.


Pendidikan dasar merupakan pelatihan tahap pertama selama sembilan tahun, yaitu Sekolah Dasar (SD) selama enam (6) tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama tiga tahun.

Pendidikan dasar sembilan tahun merupakan salah satu bentuk program wajib belajar yang dirancang oleh pemerintah Indonesia.


Pendidikan menengah adalah jenjang pendidikan berikutnya setelah sembilan tahun mengenyam pendidikan dasar. Sekolah menengah ini biasa disebut dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Masa studi tiga (3) tahun.


Pendidikan tinggi ini merupakan jenjang pendidikan pasca sekolah menengah dan diselenggarakan oleh universitas. Di bawah ini adalah beberapa program pendidikan yang termasuk dalam pendidikan tinggi, antara lain:

  1. Diploma
  2. Sarjana
  3. Magister
  4. Doktor

Unsur-Unsur Sekolah

Sehubungan dengan pengertian sekolah di atas, maka penyelenggaraan pendidikan terdiri dari beberapa unsur penting, sedangkan unsur sekolah tersebut adalah sebagai berikut:


Sebagian besar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di gedung sekolah, sedangkan beberapa bagian sekolah terdiri dari:

  1. Kelas
  2. Perpustakaan sekolah
  3. Ruang laboratorium sekolah
  4. Kantor guru
  5. Toilet siswa dan guru
  6. Kantin sekolah
  7. Mudir/Siswa

Guru atau tenaga pengajar merupakan unsur yang sangat penting bagi sekolah karena tanpa adanya guru proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dan tenaga pengajar harus memenuhi kualifikasi tertentu agar dapat memberikan pelajaran kepada siswa.


Peraturan sekolah adalah semua peraturan yang ditetapkan oleh sekolah tertentu dan bertujuan untuk menetapkan batasan hukum bagi siswa, staf pengajar, dan elemen sekolah lainnya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi sekolah: Unsur serta Jenjang Pendidikan di Sekolah! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Fungsi Struktur Sosial: Contoh, Unsur, Ciri dan Bentuknya! Update Dan Terbaru

Fungsi Struktur Sosial: Contoh, Unsur, Ciri dan Bentuknya! – Fungsi struktur sosial dalam sosiologi, baik dalam diferensiasi sosial maupun stratifikasi sosial, adalah menciptakan dan memelihara proses-proses sosial agar tetap selaras. Berikut ini diuraikan beberapa fungsi struktur sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.


Fungsi Struktur Sosial di Masyarakat

Tentunya setiap kelompok masyarakat memiliki struktur sosial. Lalu apa sebenarnya fungsi struktur sosial dalam kaitannya dengan peran kelompok masyarakat? Sebagai berikut:


Dalam hal ini struktur sosial berperan sebagai penindas atau antisipasi terhadap pelanggaran norma atau nilai dan peraturan dalam kelompok masyarakat.


  • Identitas Kelompok Masyarakat

Pada titik inilah struktur sosial berfungsi sebagai penegasan identitas suatu kelompok masyarakat. Identitas ini mengakibatkan kelompok masyarakat memiliki ciri atau sifat yang berbeda dengan kelompok lain.


  • Menanamkan Disiplin Sosial Pada Kelompok Masyarakat

Karena terdiri dari kelompok masyarakat, maka fungsi struktur sosial membantu setiap individu yang menjadi bagian dari kelompok masyarakat untuk mengembangkan kesadaran akan sikap, kebiasaan dan perilaku yang mencerminkan kelompok masyarakatnya.

Fungsi struktur sosial juga membagi kelompok masyarakat menurut perbedaan kelas, kelas atau budayanya.


Contoh Struktur Sosial Masyarakat Indonesia

Nah, itulah beberapa fungsi struktur sosial dalam masyarakat. Lantas bagaimana dengan contoh struktur sosial masyarakat Indonesia?

Secara sosiologis struktur sosial masyarakat Indonesia terbentuk dari perbedaan sosial horizontal atau diferensiasi sosial dan perbedaan sosial vertikal atau stratifikasi sosial. Berikut penjelasan beserta contoh struktur sosial masyarakat Indonesia:


  • Berdasarkan Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah penggolongan atau penggolongan masyarakat dalam arti perbedaan tertentu yang berada pada kedudukan yang sama, sama, dan sama. Dalam struktur sosial masyarakat, diferensiasi tidak memposisikan kelompok atau kelompok mana yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kelompok lain.

Semua golongan dan golongan dipandang setara dan sederajat, baik itu berdasarkan ras, suku, suku, agama, pekerjaan dan jenis kelamin. Semua kelompok sosial ini dianggap sederajat, sederajat atau sederajat di Indonesia.

Contoh struktur sosial masyarakat Indonesia adalah pengalaman berbasis marga seperti yang dialami marga Da Costa dari Flores atau marga Siregar dari Batak. Meski nama marga mereka berbeda, masing-masing marga memiliki peran dan kedudukan yang sama di masyarakat.

Diferensiasi sosial juga terjadi pada kelompok etnis di Indonesia. Suku bangsa yang berbeda di Indonesia, seperti Batak, Jawa, Sunda, Bali, Lombok, dll, memiliki kedudukan yang setara dalam masyarakat. Tidak ada suku yang memiliki posisi lebih tinggi atau lebih kuat dari yang lain.


  • Berdasarkan Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah penggolongan atau pengelompokan orang menurut strata atau tingkatan masyarakat. Dalam struktur sosial masyarakat, stratifikasi membelah masyarakat secara vertikal. Artinya ada kelompok orang yang posisinya lebih tinggi dari yang lain.

Biasanya klasifikasi ini dipengaruhi oleh status ekonomi, status sosial, dan kekuasaan. Klasifikasi ini juga dipengaruhi oleh kekuatan turun-temurun, pendidikan, pangkat atau jabatan.

Contoh struktur sosial masyarakat Indonesia berdasarkan stratifikasi sosial adalah adanya sistem kasta di beberapa sosial budaya. Misalnya yang terjadi di Yogyakarta dan Surakarta.

Masyarakat Yogyakarta dan Surakarta menganut sistem kasta yang dihasilkan dari pembagian tingkatan kelas sosial masyarakat di wilayah kerajaan.

Tingkat kelas tertinggi adalah aristokrasi, yang terdiri dari raja dan keturunannya, versus keluarga dengan ikatan darah. Tingkatan sosial berikut adalah agama, dengan yang terendah adalah pekerja, petani dan pedagang.

Semakin tinggi tingkat sosialnya, semakin besar kekuatan kelompok sosial tersebut. Namun sistem ini hanya berlaku pada adat istiadat dan budaya tanpa mempengaruhi posisi atau perilakunya dalam masyarakat.


Fungsi struktur sosial

  • Instrumen untuk Mencapai Tujuan Bersama

Fungsi struktur sosial Fungsi struktur sosial sebagai instrumen atau instrumen untuk mencapai tujuan bersama ditunjukkan dalam operasionalisasi organisasi. Dalam organisasi tersebut, orang-orang yang terlibat mengisi posisinya masing-masing.

Peran yang dimainkan setiap posisi mempengaruhi satu sama lain untuk membentuk hubungan yang saling bergantung. Visi organisasi selalu terkait dengan tujuan yang ingin dicapai bersama. Di sini struktur menjadi alat untuk mencapai tujuan. Tanpa struktur, proses pencapaian tujuan bersama akan menemui kendala jika tidak gagal.

Demikian pula struktur sosial dalam masyarakat berupa diferensiasi atau stratifikasi. Setiap individu berbeda baik secara horizontal maupun vertikal. Meski berbeda, ada hubungan satu sama lain. Keterkaitan inilah yang membentuk dinamika sosial masyarakat.


Struktur sosial juga berfungsi sebagai alat untuk menentukan identitas individu atau kelompok. Misalnya dalam diferensiasi sosial kita menyebut diri kita orang Sunda. Ketika kami pergi ke Australia, kami bertemu dengan orang Cina. Warna kulit kita berbeda, kita berada dalam struktur sosial yang berbeda.

Sebagai orang Sunda, kami memiliki warna kulit yang berbeda dan aksen yang berbeda dari orang Tionghoa. Perbedaan itu menjadi sarana untuk mengidentifikasi siapa kita.

Bahkan dalam stratifikasi sosial. Misalnya, Anda adalah bos, tetangga kami adalah karyawan. Tatanan sosial Anda ada di level atas sementara tetangga Anda di level bawah. Struktur ini menandai identitas Anda.


Fungsi struktur sosial sebagai penjaga norma sosial terlihat dalam perilaku keseharian masyarakat yang memegang jabatan sosial tertentu. Misalnya, seorang siswa yang mengakui dirinya sebagai siswa belajar pada malam hari sebelum tidur. Perilaku belajar normal bagi siswa.

Struktur sosial yang membedakan dirinya sebagai siswa mendasari perilaku belajarnya. Di sini struktur sosial berfungsi untuk memelihara norma-norma sosial peserta didik, yaitu pembelajaran.

Contoh lainnya adalah seorang polisi lalu lintas yang mengakui dirinya sebagai petugas yang bertanggung jawab untuk mengatur keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Pekerjaannya sebagai polisi lalu lintas adalah bagian dari struktur sosial tertentu. Jika pengendara sepeda motor yang tidak bersalah dihentikan dan tiket dikeluarkan, polisi lalu lintas melakukan pelanggaran terhadap norma. Jika mereka sadar akan posisinya dalam struktur sosial, maka perilakunya sesuai dengan norma sosial.


  • Pemersatu Unit Sosial yang Berbeda

Struktur sosial juga dapat bertindak sebagai agen pemersatu. Fungsi struktur sosial sebagai pemersatu bisa dilihat, misalnya pada janji pemuda. Kaum muda saat itu sadar akan perbedaan etnis, bahasa dan identitas nasional yang mereka kenakan.Struktur diferensiasi ini sebenarnya berhasil menjadi pengikat untuk mewujudkan cita-cita bersama.


Fungsi struktur sosial yang juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari berfungsi sebagai pedoman perilaku manusia, terutama ketika berhubungan dengan orang lain. Misalnya, ketika kita bertemu dengan seorang profesor di kampus, kita menjadi sadar akan posisi sosial profesor tersebut.

Jadi ketika kita bertemu dan berbicara, kita berperilaku sebagaimana kita bersikap terhadap profesor sesuai dengan norma yang berlaku. Jika kita bertemu seseorang di jalan, tetapi karena kita tidak tahu di mana posisi orang itu dalam struktur sosial, kita akan bingung bagaimana harus berperilaku dengan benar.


Unsur-unsur Struktur Sosial

  • Adanya pengetahuan dan kepercayaan dari anggota komunitas yang berfungsi sebagai alat analisis bagi anggota komunitas.
  • Anggota masyarakat merasakan solidaritas
  • Adanya kesamaan tujuan dan cita-cita masyarakat.
  • Adanya nilai dan norma sosial yang menjadi tolak ukur dan pedoman bagi anggota masyarakat dalam berperilaku.
  • Adanya posisi dan peran sosial yang menentukan pola tindakan atau perilaku anggota masyarakat.
  • Adanya kekuasaan berupa kemampuan memerintah oleh anggota masyarakat yang memiliki kekuasaan agar sistem sosial dapat terus eksis.
  • Adanya tingkatan dalam sistem sosial yang ditentukan oleh status dan peran anggota masyarakat.
  • Adanya sistem sanksi yang memasukkan reward dan penalty dalam sistem sosial agar norma tersebut dapat dipenuhi.
  • Kehadiran instrumen atau perangkat sistem sosial, misalnya B. institusi dan institusi sosial.
  • Adanya sistem ketegangan, konflik, dan penyimpangan yang terkait dengan perbedaan keterampilan dan persepsi di antara anggota masyarakat.

Ciri Struktur Sosial

Artinya tidak bisa dilihat dan tidak bisa dirasakan. Struktur sosial merupakan hierarki jabatan dari yang tertinggi sampai yang terendah yang bertindak sebagai saluran kekuasaan dan tatanan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.


  • Terdapat Dimensi Vertikal dan Horizontal

Struktur sosial dalam dimensi vertikal merupakan hierarki status sosial dengan segala perannya, sehingga menjadi suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari struktur status tertinggi hingga struktur status terendah. Sedangkan dalam dimensi horizontal struktur sosial, seluruh masyarakat terbagi dalam kelompok-kelompok sosial berdasarkan ciri-cirinya yang memiliki kesamaan.


  • Sebagai Landasan Sebuah Proses Sosial Suatu Masyarakat

Proses sosial yang berlangsung dalam suatu struktur sosial, termasuk kecepatan lambatnya proses itu sendiri, sangat dipengaruhi oleh pembentukan struktur sosial tersebut. Merupakan bagian dari sistem untuk mengatur perilaku dan pola PR.

Struktur sosial suatu masyarakat berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antar individu dalam masyarakat tersebut.


  • Struktur Sosial Selalu Berkembang dan Dapat Berubah

Struktur sosial merupakan fase perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua definisi, yaitu struktur sosial, dimana peran empiris berperan secara empiris dalam proses perubahan dan perkembangan, dan dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat fase stabilitas dan keteraturan dihentikan dan integrasi sosial berkelanjutan sebelum proses ketidakpuasan dalam tubuh masyarakat terancam.


Bentuk dan contoh struktur sosial

Setiap individu adalah bagian dari struktur masyarakat. Ketika kita berbicara tentang struktur sosial, kita juga akan berbicara tentang posisi atau posisi individu dalam masyarakat. Posisi atau posisinya ada yang vertikal dan ada pula yang horizontal. Berikut adalah dua bentuk struktur sosial dalam masyarakat kita:


Stratifikasi sosial juga dikenal sebagai stratifikasi sosial. Secara konseptual, stratifikasi sosial adalah pemisahan vertikal atau hierarkis antar anggota masyarakat.

Sistem sosial masyarakat kita diibaratkan kue lapis, artinya masyarakat kita tidak sama tetapi memiliki lapisan. Kelompok sosial yang berbeda dengan ciri tertentu memiliki posisinya masing-masing, ada yang berada pada strata atas, menengah dan bawah. Kedudukan masing-masing kelompok dipengaruhi oleh tiga faktor: ekonomi, status sosial dan kekuasaan politik.

Dalam sosiologi, stratifikasi sosial terjadi terutama karena ketimpangan dan akses terhadap sumber daya yang terbatas, seperti pendidikan.

Dalam hal ini, konsep stratifikasi sangat erat kaitannya dengan konsep kelas sosial. Kelompok yang sangat dihargai di mata masyarakat adalah bagian dari masyarakat kelas atas. Kelompok yang menerima penghargaan moderat adalah bagian dari kelompok masyarakat sipil. Bagaimanapun, kelompok yang mendapat penghargaan rendah adalah bagian dari kelompok masyarakat kelas bawah.

Misalnya, pekerja kantoran dengan posisi tinggi di sebuah perusahaan kini dianggap sukses dan dihormati dalam konteks masyarakat perkotaan modern dan karenanya menempati kelas sosial atas. Sementara itu, penganggur dan tidak memiliki status pendapatan cenderung dipandang inferior dan menempati kelas sosial yang lebih rendah.


Diferensiasi sosial juga dikenal sebagai diferensiasi sosial. Berbeda dengan stratifikasi sosial, di mana orang dibagi menjadi struktur horizontal atau vertikal, diferensiasi sosial adalah pengelompokan orang horizontal.

Dalam konsep diferensiasi sosial, masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang berbeda dipandang sama, artinya tidak ada kelompok di tingkat atas atau bawah dan tidak ada kelompok yang lebih menghormati di mata masyarakat dan kelompok lain yang dianggap sama. unggul.

Diferensiasi sosial menunjukkan keberagaman kehidupan sosial dalam masyarakat. Keberagaman sendiri merupakan elemen penting dalam masyarakat karena terkait dengan dinamika dan proses integrasi ke dalam masyarakat.

Diferensiasi sosial (perbedaan sosial) dibagi menjadi dua ciri:


  1. Ciri-ciri Sosial

Karakteristik sosial dimaksudkan untuk berhubungan dengan fungsi individu dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini setiap individu memiliki fungsi dan tugas yang berbeda-beda, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan dan mata pencahariannya sehari-hari. Setiap pekerjaan memiliki posisi yang sama, tidak ada pekerjaan yang dianggap lebih unggul dari yang lain.

Misalnya, mari bandingkan pekerjaan presiden dan pel. Pekerjaan mana yang lebih penting di antara kedua pekerjaan tersebut? Tentunya keduanya penting karena masing-masing memiliki peran dan tugas yang berguna bagi masyarakat luas.

Dalam stratifikasi sosial, setiap profesi berkontribusi untuk menciptakan keseimbangan dalam sistem sosial masyarakat kita. Setiap pekerjaan memiliki tugas dan fungsinya yang tidak dapat dibandingkan secara vertikal.


  1. Ciri-ciri Fisik

Sifat fisik tersebut berkaitan dengan kondisi fisik individu yang dilihat, misalnya ras, warna kulit, warna mata, postur tubuh, dll. Dalam pengertian ini, keragaman ciri fisik individu adalah sama.

Misalnya, orang yang lahir dengan kulit putih tidak bisa dianggap lebih unggul dari orang yang lahir dengan kulit hitam. Setiap warna kulit memiliki hak dan kedudukan dalam masyarakat dan memiliki nilai yang setara di mata masyarakat.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Struktur Sosial: Contoh, Unsur, Ciri dan Bentuknya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama Update Dan Terbaru

Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama -Manusia adalah makhluk hidup yang sangat istimewa, Sebeb manusia dari pada makhluk yang lainnya. Manusia diberi akal dan pikiran untuk bertindak sesuai dengan etika dan nilai-nilai moral yang berlaku sesuai dengan kehendaknya, Lingkungan dan ajaran agama yang dianutnya. Nilai-nilai yang memberikan arah sertamakna untuk manusia dalam bertindak ialah agama.

        Agama merupakan sebagai wujud kepercayaan untuk manusia terhadap segala sesuatu yang bersifat Supernatural ternyata seakan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas. Agama mempunyai nilai-nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang per orang maupun dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain itu agama pun memberi dampak bagi kehidupan sehari-hari.

Supaya lebih jelas mari kit abaca artikel singkat dibawah ini dengan seksama.


Fungsi Agama

Agama berfungsi sebagai cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu yang baik yang bisa memberikan keuntungan banyak pihak sesuai dengan perintah atau larangan yang harus dijalankan dan dipatuhi , supaya seseorang bisa menjadi kepribadian yang lebih baik serta selalu berada pada jalan kebenaran menurut ajaran dan kepercayaan masing masing.


Jalan yang baik untuk hambanya untuk memohon serta mengharapkan keselamatan dari kejahatan yang terlihat maupun yang tiudak nyata serta keselamatan dari ancaman api neraka akibat dosa dosa dimasa lalu. Seseorang yang mempunyai agama maka dirinya mempunyai tuhan untuk tempat berdoa, mengeluarkan uneg uneg dan memohon keselatan dunia akhirat. dengan begitu hati bisa terasa lebih tenang dan mendekatkan diri kepada sang pencipta adalah cara supaya hati tenang.


  • Sebagai Jembatan Perdamian Dunia

Sebab ajaran agama yang selalu mementingkan untuk selalu berpelilaku baik , saling menghormati serta menyayangi dengan agama yang berbeda bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan serta sebagai alat untuk menuju perdamaian dunia. Didunia mempunyai tarusan negara dengan ideologi dan agama yang berbeda beda, tetapi  semua negara dilandasi rasa saling menghormati hak asasi manusia , saling menghargai, mengutamakan persamaan derajat tapi tidak membuat kerugian orang lain, menjauhi penghujatan terhadap orang lain  dan tidak saling merasa benar , maka perdamian dunia akan selalu tercipta hingga akhir jaman.


  • Sebagai Alat Untuk Sosial

Seseorang akan saling perduli serta lebih mengerti dalam menghadapi masalah sosial dimasyarakat, contohnya adanya kemiskinan, keadilaan, kesejahteraan rakyat, tentang hak asasi manusia  ataau tentang aktifitas yang berjalan pada jalan kemaksiatan supaya segera ditertibkan dan dimusnakan supaya prilaku tersebut tidak menodai wilayah sekitarnya dan tidak lagi menjerat prilaku generasi berikutnya kearah yang penuh dosa.

Keperdulian itu dapat mendorong seseorang agar tidak bersifat bodo amat melihat kejahatan seperti tentang ketidakadilan ditengah masyarakat, tentang prilaku menyimpang atau tentang  kezoliman yang berkembang pada sistem kehidupan dimasyarakat. masyarakat yang mempunyai agama ( walaupun berbeda beda) maka akan mempunyai jiwa yang lebih peka dan cerdas untuk menolak semua peristiwa yang berbau ketidakadilan tersebut.


  • Untuk Jenjang Hidup yang Baru

Agama  selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik dan melanggar manusia untuk mrlakukan sesuatu yang merugikan orang lain apapun wujudnya. Agama bisa memperbaiki kualitas kehidupan orang-orang dalam bergaul serta berinteraksi ditengah masyarakat. bahkan mampu mengubah pribadi seseorang atau kelompok menjadi mempunyai jenjang kehidupan yaang baru yaitu kehidupan yang lebih baik dan mencapai spiritualnya masing masing.


  • Untuk Tempat Untuk Berinteaksi

Umumnya ajaran kebaikan serta kebenaran ada pada seluruh agama manapun didunia. agama mengajarkan manusia untuk saling bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain (agama Lain).  Dgama didunia memiliki aturan yang membiarkan semua usaha yang mempunyai sifat duniawi serta agamawi selama usaha yang dilakukan tidak melanggar dengan ajaran agama serta sesuai dengan norma norma yang ada dalam masyarakat .


  • Untuk Semangat Kreatifitas

Agama memberikan semangat kesendirian serta kreatifitas orang-orang supaya lebih baik serta terarah tanpa disusupi oleh kecurangan atau kejahatan kejahatan yang merugikan orang lain. semangat kreatifitas bisa mengajak seluruh manusia didunia untuk saling bekerja sama dalam berkarya, bekerja daan memanfaatkan keterampilan , minat dan bakat untuk kemajuan bangsa dan negara.


Semua agama didunia yaitu untuk identitas seseorang sebagai umat yang beragama serta tidak Tidak beragama.  Identitas itu bisa da pada KTP, paspor serta surat surat penting yang lain. Ini memberitahu bahwa kita harus menghormati agama orang lain yang sesungguhnya sudah diakui sebagai agama yang sah didunia.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Ajaran Teoritis

Mengingatkat tentang bagaimana cara berprilaku yang baik sesuai aturan, moral serta aturan aturan , perintah serta larangan larangan yang berhubungan dengahn etika bermasyarakat. yang bertujuan supaya mudah tercipta krukunaan , saling menghormati dan hidup saling berdampingan tanpa mengenal perbedaan agama ataupun tradisi.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Benteng Kekuatan

Agama Untuk kekuatan yang tidak mengenal ruang dan waktu Sebeb berperan sangat besar dalam mempengaruhi prilaku sertasikap seseorang secara individu ataupun sosial, kalimat ini pernah  dinyatakan oleh seorang pakar ahli sosiologi yang bernama Emile Durkhien.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Kebanggaan

Bangga karna mempunyai tuhan tempat kita berserah diri, memohon bantuan serta cara untuk beribadah supaya menjadi manusia bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa serta menjadi pribadi yang lebih baik.  Yaitu sebagai kebanggaan diri secara pribadi namun tidak untuk dipamerkan dalam bentuk keangkuhan, atau kesombongan. Sebeb keangkuhan hanya akan membuat jarak kita dengan orang lain menjadi menpunyai dinding batas untuk saling berinteraksi. hal ini disebabkan pada dasarnya manusia tidak menyukai seseorang yang pamer dan bangga dengan tujuan untuk menyombongkan diri.


Pengertian Umum Agama

Agama yaitu cara untuk mengatur peribadahan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta aturan cara yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain serta manusia dengan lingkungannya, yang adalah bagian dari makhluk ciptaan Tuhan.

Agama tertentu serta keyakinan tertentu banyak memiliki narasi serta simbol dan sejarah suci yang memiliki maksud untuk menjelaskan berbagai macam makna kehidupan dan menjelaskan asal usul kehidupan dari alam semesta ini.


supaya lebih memahami apa arti agama, maka kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

Menurut Anthoni F. C. Wallace, pengertian agama adalah seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi melalui adanya mitos dan menggerakkan kekuatan supranatural supaya terjadi perubahaan keadaan pada manusia dan alam semesta.


Iaberpendapat agama merupakan sistem yang terbangun dari keyakinan serta praktik yang berhubungan dengan hal suci serta menyatukan para penganutnya dalam suatu komunitas moral (umat).


Menurut Nicolaus Driyarkara SJ, pengertian agama adalah suatu kenyakinan Sebeb adanya kekuatan supranatural yang mengatur serta menciptakan alam dan seisinya.


Menurut Damianus Hendropuspito, pengertian agama adalah suatu sistem nilai yang mengatur hubungan antara manusia dengan alam semesta yang mempunyai keterkaitan dengan keyakinan.


Unsur-Unsur Agama

Calhoun, Keller, and Leight berpendapat agama terdiri dari berbagai elemen utama, yaitu :

  • Adanya suatu unsur berupa kepercayaan terhadap agama yang menjadi prinsip dan mengandung suatu kebenaran yang tidak bisa diragukan lagi.
  • Terdapat tanda dari agama yang menjadi identitas.
  • Terdapat praktek dalam keagamaan yang menjadi suatu wujud konkret serta adanya hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan hubungan antar umat beragama.
  • Punyanya pengalaman keagamaan baik berbentuk pengalaman yang dipercayai pengikutnya atau secara pribadi.
  • Adanya hamba yang beragama yaitu masing masing pengikut agama yang berhubungan.

Cara Beragama

Berdasarkan cara beragama, bisa diketahui beberapa hal dibawah ini.

 Seseorang akan beragama didasari suatu tradisi yang meniru tradisi dari nenek moyang. Pemegang agama tradisional umumnya akan lebih kuat dalam beragama serta sulit menerima hal hal yang baru.


Manusia beragama dengan dasar formalitas yang berlaku dalam daerahnya. Cara ini umumnya akan mengikuti cara beragama dari seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan berpengaruh di masyarakat. Sebagian orang yang menganut cara beragama ini biasanya mempunyai minat untuk bisa meningkatkan ilmu dan amalan keagamannya berdasarkan hal yang mudah dan nampak.


Seseorang akan bergama didasari dengan akal dan rasio yang dililikinya. Dari situlah mereka akan selalu berusaha untuk memahami ajaran pada agamanya didasari dengan ilmu pengetahuan dan pengamalannya. Orang orang yang menganut cara beragama ini bisa berasal dari penganut cara beragama tradisional, formal, atau bahkan atheis atau orang yang tidak beragama sekalipun.


Artinya seseorang akan beragama dengan cara memakai akal dan perasaan yang berada di kendalikan oleh wahyu. Dan mereka akan selalu mencari ilmu pada orang yang dianggap ahli dalam suatu ilmu agama dan memegang teguh ajaran yang bersifa asli seperti halnya para ulama yang mempercayai agama Islam dari Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril AS sebagai perantaranya.


Tujuan Agama

Suatu agama tercipta Sebeb manusia ingin mencapai tujuan tertentu di dalam hidupnya, dan agama dianggap bisa membantu mencapai tujuan tersebut. Adapun beberapa tujuan agama adalah sebagai berikut:

  • Untuk membimbing manusia dalam menjalani kehidupannya dengan cara lebih baik melalui pengajaran dan aturan, dimana ajaran dan aturan tersebut dipercaya berasal dari Tuhan.
  • Sebagai penyampai firman Allah pada hamba yang beragama, yang meliputi ajaran-ajaran kebaikan serta aturan berperilaku bagi manusia.
  • Untuk membimbing manusia menjadi individu yang berakal baik dan bisa menemukan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Untuk membuka jalan bagi manusia yang ingin bertemu dengan penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, ketika mati kelak.

Macam-macam Agama

  1. Nama Kitab Suci : Al-Qur’an.
  2. Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW.
  3. Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Masjid.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.
  6. Jumlah Penganut : 207.176.162 jiwa (87,18%).

  1. Nama Kitab Suci : Alkitab.
  2. Nama Pembawa : Yesus Kristus.
  3. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Gereja.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.
  6. Jumlah Penganut : 16.528.513 jiwa (6,96%).

  1. Nama Kitab Suci : Alkitab.
  2. Nama Pembawa : Yesus Kristus.
  3. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Gereja.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.
  6. Jumlah Penganut : 6.907,873 jiwa (2,91%).

  1. Nama Kitab Suci : Weda.
  2. Nama Pembawa : –
  3. Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Pura.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.
  6. Jumlah Penganut : 4.012.116 jiwa (1,69%).

  1. Nama Kitab Suci : Tri Pitaka.
  2. Nama Pembawa : Siddharta Gautama.
  3. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Vihara.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.
  6. Jumlah Penganut : 1.703.254 jiwa (0,72%).

  1. Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching.
  2. Nama Pembawa : Kong Hu Cu.
  3. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng.
  5. Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.
  6. Jumlah Penganut : 117.091 jiwa (0,05%).

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Pengertian Etika: Jenis, Manfaat, Fungsi, Prinsip, Contoh!

Pengertian Remaja: Menurut Psikologis, Hukum, Ahli, Ciri!

Pengertian Nabi dan Rosul : Perbedaan, Nabi ulul azmi, Kisah Nabi

Pengertian Majas Menurut Para Ahli Lengkap dengan Macam Macamnya

Fungsi Web Browser: Pengertian, Manfaat, Sejarah, Contoh dan Cara Kerja Browser

Pengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya! Update Dan Terbaru

Pengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya! – Pengertian budaya secara umum beraneka macam, akan tetapi berakhir pada intinya yang hanya satu, yaitu cara hidup yang dimiliki bersama oleh kelompok masyarakat tertentu, terbentuk dari banyak unsur dan menyeluruh, walaupun tidak ada aturan tertulisnya, budaya dapat bersifat memaksa sekaligus memberikan pedoman untuk berperilaku supaya kehidupan lebih bermartabat dan bersahaja.

Definisi mengenai kebudayaan juga dikemukakan oleh para ahli, mungkin bahasan dari pakar ini akan mampu membuat Anda lebih memahami arti dari kebudayaan dengan lebih mudah.

  1. Koentjaraningrat

Menurut beliau, kebudayaan adalah keseluruhan perilaku dari manuasia dan hasil yang diperoleh melalui proses belajar dan segalanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.


  1. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan menurut beliau didefinisikan sebagai buah budi manusia, yang merupakan hasil dari dua pengaruh besar, yaitu alam dan kodrat masyarakat, ini juga merupakan sebuah bukti kejayaan kehidupan manusia untuk dapat mengatasi kesulitan di dalam hidupnya agar keselamatan dan kebahagyaan bisa tercapai, nantinya sifat tertib dan damai juga akan terlahir dari sini.


  1. Soelaeman Soenardi Dan Selo Soemardjan

Dua pakar budaya tersebut menyatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, cipta dan rasa dari masyarakat, karya-karya tersebut menghasilakn teknologi serta kebudayaan berwujud benda dan jasmaniah yang diperlukan oleh umat manusia untuk dapat menguasai alam supaya hasilnya bisa digunakan untuk diabdikan bagi keperluan masyarakat.


  1. Mohammad Hatta

Menurut beliau kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.


  1. Parsudi Suparlan

Pengertian kebudayaan adalah tentang semua pengetahuan manusia yang merupakan makhluk sosial yang dipakai untuk dapat memahami dan sebagai interpretasi dari lingkungan dan pengalamannya, kebudayaan juga dipakai untuk andasan dalam bertingkah laku.


  1. Haji Agus Salim

Beliau menyatakan bahwa kebudayaan adalah persatuan dari istilah budi dan daya agar menjadi makna satu jiwa yang tidak dapat dipisah-pisahkan.


  1. Effat Al- -Syarqawi

Menurutnya beliau arti dari kebudayaan adalah sebuah khazanah sejarah bangsa yang dicerminkan pada pengakuan dan nilai-nilai didalamnya, yakni nilai-nilai yang dapat menggariskan sesuatu untuk kehidupan, tujuan ideal dan makna secara rohaniah yang dalam serta bebas dari ruang dan waktu.


  1. Harjoso

Harjoso menjelaskan arti kebudayaan menjadi beberapa poin, berikut ini penjelasanya:

  • Kebudayaan dalam msyarakat memiliki perbedaan dari yang satu ke yang lainnya.
  • Kebudayaan diteruskan dan bisa diajarkan.
  • Kebudayaan bisa diuraikan menjadi komponen biologis, psikologis dan sosiologis dari keberadaan manusia.
  • Kebudayaan memiliki struktur dan cara tertentu.
  • Kebudayaan dapat dibagi atas aspek-aspek sosial dan psikologis.
  • Kebudayaan memiliki sifat yang dinamis.
  • Nilai pada kebudayaan mempunyai sifat yang relatif, dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain bisa berbeda- -beda.

Unsur Unsur Kebudayaan

Kebudayaan secara universal atau keseluruhan memiliki unsur – unsur tertentu, menurut C.Kluckhohn dapat diuraikan sebagai berikut ini:

  1. Unsur Bahasa

Bahasa merupakan tutur kata manusia, didalam pengucapan yang baik itu adalah salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi, terus menerus diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah dan bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri, bahasa juga digunakan untuk mengadaptasi tradisi, dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan dan bahasa tulisan.

Contohnya, di indonesia terdiri dari banyak pulau, adat, suku dan kelompok etnis, ada Jawa, bugis, dayak, batak dan lain-lain, dari masing-masingnya itu mempunyai bahasa sendiri-sendiri dan berbeda dari bahasa yang lainnya.


  1. Sistem Kepercayaan

Sistem ini sangat penting karena merupakan salah satu yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya, selain itu kepercayaan juga akan menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal-hal yang terlihat mustahil dapat diterima akal sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari tuhan.

Contohnya, ababil tinggal diaceh yang notabene masyarakatnya mayoritas muslim, ia pun menjalani kehidupan sebagai seorang yang beraga islam, ababil melaksanakan solat lima waktu dimasjid, berpuasa menahan haus dan lapar ketika memasuki bulan suci ramadhan dan setiap hari dia pun berdoa mengharapkan semua yang ia cita-citakan dapat tercapai, ia percaya bahwa tuhan akan mengabulkan permohonannya.


  1. Ilmu Pengetahuan

Dalam budaya ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal, terdapat bebagai macam ilmu dan masing-masing memiliki peran tersendiri di setiap bidangnya, dengan adanya ilmu pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan lebih maju dari waktu ke waktu, tanpa ilmu kehidupan kita tidak akan berlangsung sampai seperti hari ini.


Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam lima hal:

Alam yang ditempati oleh manusia ini begitu luas, tak hanya bumi saja, tetapi sejagat raya, untuk itu ilmu alam sangat penting, supaya keteraturan tempat tinggal manusia ini bisa dijaga, di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bumi, astronomi, gejala alam, dan lain-lain, ilmu alam pada masa dulu diperoleh dengan cara bertani, berburu, berlayar dan kegiatan sehari-hari lainnya.


Ilmu pengetahuan ini pada dasarnya sama dengna ilmu pertanian, pengetahuan mendasar yang semua orang tahu tentang tumbuhan adalah tumbuhan ada untuk menjadi pelengkap dan dijadikan bahan makanan untuk bertahan manusia maupun hewan.


Tidak berbeda jauh dari tumbuhan, dalam kebudayaan manusia dimanapun kehadiran hewan di muka bumi ini untuk menunjang keberlangsungan kehidupan manusia, untuk bahan makanan, kesenangan, teman, dan peliharaan, ilmu pengetahuan di dalamnya mencakup bagaimana cara berburu hewan, melestarikan hewan, ilmu nelayan, dan bagaimana cara terbaik untuk bisa memanfaatkannya.


  • Pengetahuan Tubuh Manusia

Pengetahuan tubuh manusia pada dasarnya diguakan untuk menganalisis tentang kesehatan manusia, dengan mengetahui struktur tubuh, letak organ, susunan tulang dan uratnya penyakit lebih mudah untuk diidentifikasi, dengan begitu pertolongan pertama bisa segera diberikan agar dapat mencegah penyakit menjadi lebih parah.


  • Pengetahuan Sifat Dan Tingkah Laku Manusia

Hal ini diperlukan agar kehiduapn dapat terjaga kedamaiannya, melalui analisis tingkah laku, manusia satu dengan yang lainnya dapat saling memahami, meskipun ada beberapa sifat dan tingkah laku manusia yang sifatnya alami, budaya turut mengatur melalui nilai-nilai norma, adat isitadat, hukum adat dan peraturan tertentu yang telah disepakati secara turun temurun.


  • Pengetahuan Ruang dan Waktu

Pengetahuan ini mempunyai fungsi untuk menghitung, mengukur, dan melakukan penanggalan, contohnya adalah untuk menentukan bulan, tanggal, dan tahun, pada kebudayaan Jawa, contohnya untuk menentukan pasaran seperti Kliwon, Legi, dan Wage.


  1. Sistem Teknologi

Hadirnya sistem ini menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya, koentjaraningrat membagi macam-macam teknologi menjadi alat-alat produksi, wadah, senjata, makanan, minuman, pakaian, rumah, dan transportasi, sistem teknologi yang dilihat hari ini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana.

  • Pada zaman dahulu kapak potong merupakan teknologi canggih dan pada saat ini sudah tergantikan dengan mesin potong otomatis.
  • Dahulu rumah hanya berbentuk gubug dan cukup untuk berteduh saja, kini rumah telah berkembang menjadi gedung dan hotel.

  1. Sistem Kemasyarakatan / Kekerabatan

Sistem kekerabatan sangat kental dalam unsur ini, sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia hingga sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan, hingga saat ini ada beberapa wilayah dan negara yang memakai sistem kekerabatan seperti Amerika Latin, Afrika, dan Oseanis.


  1. Kesenian

Seni adalah suatu ekspresi terhadap keindahan, koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara, seni masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam tak hanya dua jenis itu saja, masih ada seni musik, seni tari, seni terapan, seni murni, dan lain-lain, seni juga merupakan bagian dari kebudayaan, contoh nyatanya adalah peran seni musik, seni rupa dan tari dalam upacara adat.


Ciri Ciri Kebudayaan

Secara umum ciri-ciri kebudayaan adalah sebagai berikut ini:

  • Kebudayaan dapat dipelajari
  • Kebudayaan dapat diwariskan
  • Kebudayaan hidup dan berkembang dalam masyarakat
  • Kebudayaan dapat berubah
  • Kebudayaan bersifat terintegrasi

Untuk kebudayaan daerah, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, yaitu:

  • Terdapat peninggalan sejarah.
  • Adanya unsur kepercayaan.
  • Terdapat bahasa dan seni khas daerah.
  • Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut.
  • Terdapat unsur kebudayaan asli dan kebudayaan tradisional.
  • Memiliki adat istiadat.
  • Bersifat kedaerahan.

Ciri-ciri kebudayaan nasional:

  • Terdapat unsur-unsur yang bisa menyatukan bangsa.
  • Mencerminkan kehidupan bangsa.
  • Kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
  • Terdapat unsur budaya daerah yang diakui secara nasional.

Wujud Kebudayaan

  1. Nilai Budaya

Nilai – nilai ini dipelajari oleh masyarakat sejak kecil, sulit untuk digoyahkan dan menghasilkan gagasan di kemudian hari, dapat berupa buah pikiran, tingkah laku, maupun benda-benda tertentu.


  1. Sistem Budaya

Sifatnya abstrak dan didalam perwujudannya berpola dan berdasarkan sistem tertentu.


  1. Sistem Sosial

Kebudayaan dalam sistem sosial sifatnya konkret dan dapat diabadikan, sistem ini menggambarkan tingkah laku manusia yang terus berjalan dengan pola tertentu dan aturan tertentu.


  1. Kebudayaan Fisik

Artinya mempunyai bentuk dan dapat dilihat, misalnya saja hasil budaya seperti candi, baju adat, gamelan dan benda-benda sejarah lainnya.


Fungsi Kebudayaan

  1. Pedoman Hubungan Manusia Atau Kelompok

Sebuah kelompok tertentu dapat berjalan dengan satu arah dan satu tujuan karena mempunyai kebudayaan yang sama, contohnya adalah masyarakat togyakarta yang mempunyai kebudayaan grebeg maulud untuk memperingati Maulid nabi Muhammad SAW, satu Jogja sepakat bahwa itu adalah budaya yang sudah ada sejak dahulu, tujuannya jelas, dan dianggap sebagai salah satu pemersatu masyarakat.


Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, naun juga pola perilaku, termasuk juga bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti berkebun untuk masyarakat pegunungan dan para pencari ikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai, keduanya bertahan hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.


  1. Mendorong Perubahan Masyarakat

Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah hidup masyarakat, terutama berlaku untuk kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat tertentu, contoh nyatanya adalah budaya korea yang masuk ke indonesia, sedikit banyak merubah pola perilaku sebagian masyarakat yang menyukai kebudayaan tersebut, yang diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa maupun kesenian.


Contoh Kebudayaan Indonesia

Terkenal dengan sebutan negara yang mempunyai beraneka ragam kebudayaan yang hidup berdampingan dengan tentram selam bertahun-tahun, tak heran jika banyak masyarakat luar sana yang tertarik dan ingin mempelajari kebudayaan indonesia.

  1. Ngaben

    Pengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!
    Pengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!

Ini merupakan tradisi masyarakat Bali dalam memperlakukan orang yang sudah wafat, mereka percaya bahwa api akan mensucikan, sehingga orang yang telah meninggal dibuatkan upacara tertentu yang kemudian dibakar sampai menjadi abu, selanjutnya, abu akan dikumpulkan dalam sebuah wadah yang nantinya akan dilarung ke laut.


  1. Yamko Rambe YamkoPengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!

Mungkin sebagain dari Anda hanya tahu bahwa Yamko Rambe Yamko adalah sebuah nyanyian dari masyarakat papua saja, pada kenyataannya tak hanya sebatas lagu tetapi ini adalah syair tentang kesedihan karena peperangan, syair ini lahir pada zaman dahulu sejak masa penjajahan, sampai sekarang masih sering dipakai masyarakat papua dalam upacara peringatan.


  1. Tradisi Bakar BatuPengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!

Ini juga merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Timur Indonesia, mereka akan membakar batu sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas berkah dan hasil bumi yang melimpah, bakar Batu juga menjadi simbol perdamaian atau gencatan senjata, karena sejak dahulu antar suku di daerah Timur Indonesia sering kali terlibat peperangan.


  1. Tanam SasiPengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!

Ini merupakan bagian dari upacara kematian yang dilakukan oleh salah satu suku di Kabupaten Merauke, sasi adalah kayu yang ditanam untuk memperingati 40 hari kematian seseorang, sasi akan dicabut setelah hari ke 1000.


  1. WiwitanPengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat jawa yang bermata pencaharian sebagai petani untuk mensyukuri hasil panen mereka, wiwitan dilakukan dengan menyembelih ayam kampung, menyajikannya dengan nasi uduk dan kemudian dibagi-bagikan kepada tetangga, selain itu petani yang bersangkutan juga membuat sesaji tertentu yang akan diletakkan di ladang dan dekat hasil panen mereka.


Demikian lah penjelasan tentang Pengertian Kebudayaan : Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Contohnya!, semoga kalian dapat memahinya dengan baik agar ilmu pengetahuan kalian dapat bertambah.

Baca juga artikel tentang:

Pengertian Cerita Rakyat : Jenis, Ciri-ciri, Unsur dan Contohnya! Update Dan Terbaru

Pengertian Cerita Rakyat : Jenis, Ciri-ciri, Unsur dan Contohnya! – Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dimasyarakat pada masa lampau, menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup banyaknya budaya serta sejarah yang dimiliki oleh masing-masing bangsa, pada umumnya cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat, tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat biasanya diwujudkan dalam bentuk binatang serta manusia dan dewa.

Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang disetiap daerah dan menceritakan asal usul atau legenda yang terjadi disuatu daerah; cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat, cerita rakyat merupakan bagian dari dongeng.

Pengertian Cerita Rakyat : Jenis, Ciri-ciri, Unsur dan Contohnya!

Cerita rakyat adalah cerita yang disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi yang lain nya secara lisan, cerita rakyat juga dapat diartikan sebagai cara masyarakat untuk mengekspresikan kebudayaan yang mereka miliki.


Cerita rakyat juga merupakan sebuah karya sastra yang berkembang di kalangan masyarakat tradisional, cerita ini disebarkan dari mulut ke mulut dan biasanya identitas pengarangnya tidak diketahui (anonim).


Cerita rakyat adalah karya sastra yang hidup di tengah masyarakat dan biasanya cerita rakyat disampaikan secara lisan oleh sang ibu kepada anak-anak nya, atau tokoh masyarakat menceritakan kepada masyarakat kampung yang belum bisa membaca dan menulis.


Ciri-ciri Cerita rakyat

  • Disampaikan turun-temurun.
  • Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnya
  • Kaya nilai-nilai luhur
  • Bersifat tradisional
  • Memiliki banyak versi dan variasi
  • Mempunyai bentuk – bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapkannya.
  • Bersifat anonim, artinya nama pengarang tidak ada.
  • Berkembang dari mulut ke mulut.
  • Cerita rakyat disampaikan secara lisan

Unsur cerita rakyat

Di bawah ini ialah unsur-unsur penting yang harus dimiliki oleh sebuah cerita rakyat :

  1. Tema

Tema merupakan pokok permasalahan atau gagasan yang menjadi jiwa dan inti dari sebuah cerita.


  1. Plot / Alur

Plot adalah sekumpulan peristiwa yang dirancang sedemikian rupa untuk membentuk hubungan sebab, pada dasarnya jalan cerita rakyat dibedakan menjadi dua bagian yaitu alur maju dan alur mundur.


  1. Latar Cerita (Setting)

Latar cerita adalah gambaran mengenai bagaimana suasana, waktu, dan tempat saat terjadinya suatu peristiwa, latar cerita dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:

  • Latar tempat (contoh: di istana, di tamam, di istana, dll).
  • Latar waktu (contoh: pagi itu, siang hari, di malam hari, dll)
  • Latar suasana (contoh: suara ayam berkokok, anjing menggonggong, piring pecah, dll)

  1. Penokohan

Penokohan adalah gambaran mengenai sifat atau watak yang dimiliki oleh tokoh-tokoh cerita.


  1. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara pandang pengarang ketika menberikan suatu jalan cerita.


  1. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada para pembaca.


Jenis – Jenis Cerita Rakyat dan Contohnya

Sangat banyak jenis cerita rakyat yang berkembang luas di kalangan masyarakat, dibawah ini adalah beberapa jenis cerita rakyat beserta contohnya yang perlu anda ketahui diantaranya, yakni:

  1. Cerita Binatang (Fabel)

Cerita binatang (fabel) mempunyai ciri khas yakni tokoh ceritanya berupa binatang yang mempunyai kemampuan layaknya seorang manusia, binatang tersebut dapat bicara, makan, minum, berkeluarga, memiliki anak dan lain sebagainya, dengan begitu, fabel ini bukanlah cerita binatang biasa, karena fabel merupakan cerita metamorfosis kehidupan manusia.

Sepertinya pembuatnya sengaja menggambarkan kehidupan manusia lewat cerita binatang agar cerita tersebut tidak menyinggung sang pembaca cerita.

Contoh dari fabel antara lain: seekor anjing dan burung bangau, beruang dan singa, harimau, dan lain sebagainya.


  1. Cerita Asal-Usul (Legenda)

Cerita asal usul ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Cerita asal usul binatang

Contoh: tubuh sapi bergelambir karena bajunya tertukar dengan baju kerbau yang besar saat mandi, ikan mas   mempunyai warna darah persis seperti darah manusia karena konon ikan mas awalnya adalah seorang manusia.


  • Cerita asal usul dunia tumbuh-tumbuhan

Contoh: tanaman gadung mengandung racun karena terkena panah beracun dari pohon jagung, tanaman padi dipercaya berasal dari Dewi Sri dan lain sebagainya.


  • Cerita asal usul terjadinya tempat

Contoh: Gunung Tangkuban Perahu di kota Bandung berasal dari perahu milik Sangkuriang, saat sedang marah, perahu tersebut ia tendang hingga perahunya terbalik dan akhirnya berubah wujud menjadi gunung Tangkuban Perahu, nama Gunung Tengger kabarnya berasal dari nama pasangan suami istri Rar Anteng dan Joko Seger.


  1. Cerita Pelipur Lara

Cerita pelipur lara merupakan cerita yang disampaikan agar menghibur hati seseorang, umum nya isi ceritanya sangat indah, penuh dengan fantasi dan impian yang menggambarkan keindahan serta kebahagiaan.

Contohnya cerita tentang senjata keramat yang bisa mengabulkan permintaan, cerita tentang kehidupan seorang putri di istana dan lain yang sebagainya.


  1. Cerita Jenaka

Cerita jenaka merupakan salah satu dari jenis cerita rakyat yang paling digemari masyarakat .

Contoh cerita jenaka seperti Lebai Malang, dan lain sebagainya, walaupun ceritanya tergolong jenaka, di dalamnya mengandung pesan moral, melalui cerita Lebai Malang, kita diajarkan untuk tidak boleh serakah, karena orang yang serakah justru tidak akan mendapatkan apapun.


  1. Mite

Mite adalah jenis cerita yang mengisahkan kehidupan dewa-dewi, ceritanya bersifat mistis dan juga sakral.

Contohnya seperti cerita , Dewi Sri, Hikayat Sang Boma, Nyi Roro Kidul dan lain-lain.


  1. Sage

Sage merupakan jenis cerita rakyat yang didalam nya mengandung sejarah.

Contoh sage yakni Ciung Wanara,  Damarwulan, Roro Jonggrang dan lainya.


  1. Epos

Epos merupakan jenis cerita kepahlawanan.

Contohnya seperti kisah Mahabrata, Ramayana  dan lain sebagiannya.


  1. Hikayat

Hikayat adalah jenis cerita rakyat yang menceritakan kehidupan bangsawan kehidupan keluarga istana ataupun orang yang terkenal pada zaman dahulu, umumnya isi cerita tersebut berupa hal-hal yang tidak masuk akal, seperti memiliki kekuatan, kekuatan, atau mendadak saja ada mukjizat muncul.

Contohnya Hikayat Panji Semirang, Hikayat Abu Nawas,, dan lain sebagiannya.


Unsur Instrinsik

Unsur instrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari dalam, unsur-unsur instrinsik cerita rakyat, yaitu :

  1. Tema

Adalah pokok pikiran yang dipakai sebagai dasar pengarang; pokok pikiran pengarang; ide pokok permasalahan.


  1. Alur

Adalah jalannya cerita; rangkaian peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar hubungan sebab akibat, pada umumnya alur ada tiga macam, yaitu :

Merupakan peristiwa-peristiwa yang disajikan secara berurutan dari peristiwa pertama ke peristiwa selanjutnya.


Merupakan peristiwa yang diceritakan kembali.

Alur gabungan/ zik-zaku merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur.


  1. Latar

Keterangan tentang tempat, waktu dan suasana, tempat atau waktu terjadinya peristiwa, latar ada tiga macam, yaitu :

Tempat atau bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.


Waktu (masa) tertentu ketika peristiwa cerita itu terjadi.


Salah satu unsur instrinsik yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamman dengan jalannya cerita, suatu cerita menjadi menarik karena berlangsung dalam suasana tertentu.


  1. Tokoh dan Penokohan

Penokohan dalah lukisan watak pelaku; cara pengarang menggambarkan watak tokoh, istilah tokoh menunjukkan pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan pekonokohan menunjukkan pada sikap kualitas pribadi tokoh.

Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dalam cerita, tokoh dibedakan atas dua, yaitu :

  • Protagonist adalah tokoh yang berfungsi memberikan simpati, empati, melibatkan diri secara emosional terhadap tokoh tersebut, tokoh yang disikapi demikian disebut tokoh protagonist.
  • Antagonis adalah tokoh yang berfungsi menimbulkan konflik dan berposisi dengan tokoh protagonist.

  1. Sudut Pandang

Kedudukan pengarang dalam cerita; cara pandang pengarang, setiap pengarang memiliki sudut pandang penceritaan yang berbeda, ada yang menggunakan sudut pandang penceritaan orang pertama (aku atau saya); ada yang menggunakan sudut pandang penceritaan orang kedua (kamu atau kau); dan ada juga yang menggunakan sudut pandang orang ketiga (ia, dia atau nama orang).


  1. Amanat

Adalah amanat yang disampaikan pengarang.

Unsur Ekstrinsik

Adalah unsur yang berada di luar karya sastra atau cerita namun turut menetukan bentuk dan isi suatu karya/cerita, unsur-unsur eksttrinsik cerita rakyat, yaitu : agama, politik, moral, aliran pengarang, psikologi, sejarah, sosial budaya, dan lain-lain.

Demikian artikel yang diberikan tentang Pengertian Cerita Rakyat : Jenis, Ciri-ciri, Unsur dan Contohnya!, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan anda.

Baca juga artikel tentang:

  • Senam Lantai : Jenis-Jenis dan Sejarah Senam Lantai Terlengkap!
  • Pengertian Empati : Simpati, Toleransi, Manfaat, dan Contohnya!
  • HIV AIDS: Gejala, Pengebab, Pencegahan, Penyebaran, Pengobatan!
  • Pengertian Zina: Hukum, Hadis, Macam, Dampak Negatif, Hikmah
  • 49 Jenis Bunga Cantik dan Indah Beserta Cara Merawatnya